LAPORAN
PRAKTIKUM IX
ANTARMUKA
MIKROKONTROLER DENGAN MOTOR DC
Disusun untuk Memenuhi Matakuliah LAB PTE 03
Dibimbing oleh Ibu Dyah Lestari S.T M.Eng
Disusun
Oleh:
Wuri Handayani 150534602133
S1 PTE’15 OFF D
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Desember 2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Tujuan
Ø Mengetahui,dan
memahami bagaimana mengantarmukakan mikrokontroler dengan motor DC.
Ø Mengetahui,
memahami dan mempraktekkan pemrograman mikrokontroler untuk mengatur arah
putaran motor DC.
Ø Mengetahui,
memahami dan mempraktekkan pemrograman mikrokontroler untuk mengatur kecepatan
putaran motor DC dengan PWM (Pulse Width
Modulation).
1.2
Dasar Teori
Motor DC atau motor arus searah adalah suatu mesin listrik yang dapat
mengubah energi listrik yang berupa listrik arus searah menjadi energi mekanik
(gerak). Energi mekanik tersebut berupa putaran dari rotor.
Motor DC memerlukan suplai tegangan searah pada kumparan medan untuk
diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor DC disebut stator
(bagian yang tidak berputar dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang
berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam medan magnet, maka
akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengan putaran,
sehingga menghasilkan tegangan bolak-balik.
Gambar 1.0 Gambar
1.1
Catu tegangan DC dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang
menyentuh komutator, dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan.
Kumparan satu lilitan pada Gambar 9.1 disebut angker dinamo, Angker dinamo
adalah sebutan untuk komponen yang berputar di antara medan magnet.
Cara kerja motor DC: (1) Arus medan (DC) yang mengalir pada belitan
medan akan menghasilkan medan magnet.
Medan magnet ini akan memotong belitan jangkar yang ada di rotor motor DC; (2)
Belitan jangkar dialiri arus listrik. Karena belitan berarus listrik ini berada
dalam pengaruh medan magnet, maka pada belitan akan timbul gaya magnet yang
selanjutnya akan menimbulkan torsi; (3) Jika torsi awal yang dihasilkan lebih
besar daripada torsi beban, maka jangkar akan berputar.
Ø Komponen utama Motor DC
a.
Kutub
medan.
Motor
DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis
magnetik energi membesar melintasi ruang terbuka diantara kutub-kutub dari
utara ke selatan. Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu
atau lebih elektromagnet.
b.
Current
Elektromagnet atau Dinamo.
Dinamo
yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban.
Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang
dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti
lokasi.
c.
Commutator.
Komponen ini
terutama ditemukan dalam
motor DC. Kegunaannya
adalah untuk transmisi arus
antara dinamo dan sumber daya. pengertian motor DC.
Gambar
1.2 gambar bentuk fisik motor DC
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali
kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat
dikendalikan dengan mengatur: Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo
akan meningkatkan kecepatan Arus medan– menurunkan arus medan akan meningkatkan
kecepatan.
1.
Driver Motor DC (On/Off)
Gambar menujukkan rangkaian
yang digunakan untuk memutar dan menghentikan
motor. Rangkaian ini terdiri atas rangkaian transistor sebagai saklar. Jika diinginkan gerakan
motor dengan arah yang berlawanan, misalnya searah jarum jam
atau berlawanan dengan arah jarum jam, maka tegangan yang diberikan perlu diubah kutub positif dan negatifnya.
Pengaturan arah putar motor DC dapat dilakukan dengan cara membalik polaritas motor
DC.
(a)
(b)
Gambar1.3(a) Rangkaian on/off motor DC
(b)MengubahPolaritasArahPutaran
2. Driver
Motor DC dengan Relay (Forward/Reverse)
Gambar1.4 Rangkaian
Driver Motor DC dengan Relay
Supaya mudah mengatur arah putaran
motor tanpa mengubah polaritas motornya, maka bisa digunakan rangkaian berikut,
dimana digunakan relay untuk mengubah polaritas tegangan rangkaian drivernya.
3.
Driver Motor DC denganRangkaian H Bridge
H-bridge
adalah sebuah perangkat keras berupa rangkaian
yang berfungsi untuk menggerakkan motor. Rangkaian ini diberi nama H-bridge karena bentuk rangkaiannya
yang menyerupai huruf H seperti pada Gambar 1.5. Rangkaian ini terdiri dari dua buah
MOSFET kanal P danduabuah MOSFET kanal N.
Gambar1.5 Rangkaian Driver Motor DC dengan MOSFET
Prinsip kerja rangkaian ini
adalah dengan mengatur mati-hidupnya ke empat MOSFET tersebut. Huruf M adalah
motor DC yang akan dikendalikan. Pada saat MOSFET A dan MOSFET D on sedangkan
MOSFET B dan MOSFET C off, maka sisi kiri dari gambar motor akan
terhubung dengan kutub positif dari catu daya, sedangkan sisi sebelah kanan
motor akan terhubung dengan kutub negatif dari catu daya sehingga motor akan
bergerak searah jarum jam.
Jika MOSFET B dan MOSFET
C on sedangkan MOSFET A dan MOSFET D off, maka sisi kanan motor
akan terhubung dengan kutub positif dari catu daya sedangkan sisi kiri motor
akan terhubung dengan kutub negatif dari catu daya. Maka motor akan bergerak
berlawanan arah jarum jam.Konfigurasi lainnya adalah apabila MOSFET A dan
MOSFET B on sedangkan MOSFET C dan MOSFET D off. Konfigurasi ini
akan menyebabkan sisi kiri dan kanan motor terhubung pada kutub yang sama yaitu
kutub positif sehingga tidak ada perbedaan tegangan diantara dua buah polaritas
motor, sehingga motor akan diam. Konfigurasi seperti ini disebut dengan
konfigurasi break.
Begitu pula jika MOSFET C
dan MOSFET D saklar on, sedangkan MOSFET A dan MOSFET C off, kedua polaritas
motor akan terhubung pada kutub negatif dari catu daya. Maka tidak ada
perbedaan tegangan pada kedua polaritas motor, dan motor akan diam. Konfigurasi
yang harus dihindari adalah pada saat MOSFET A dan MOSFET C on secara
bersamaan atau MOSFET B dan MOSFET D on secara bersamaan. Pada
konfigurasi ini akan terjadi hubungan arus singkat antara kutub positif catu
daya dengan kutub negatif catu daya. Tabel 10.1 menunjukkan kombinasi ABCD
untuk menghasilkan arah putaran motor DC.
2
BAB
II
METODE
PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan
1.
PC/LAPTOP
+ Software CV AVR dan Khazama 1
set
2.
Power
Supplay 1
buah
3.
Multimeter 1
buah
4.
Aplikasi
ISP Downloader AVR 1
buah
5.
Sistem
minimum AVR 1
buah
6.
I/O 1
buah
7.
Kabel
printer USB 1
buah
8.
Kabel
pita hitam 2
buah
9.
Modul
driver motor L293D 1
buah
10.
Motor
DC 1
buah
2.2 Prosedur Kerja
1. Rangkailah peralatan yang
diperlukan seperti dalam Gambar 9.3 dan Gambar 9.4.
Hubungkan kabel data modul
driver motor pada PORTD minimum system.
Hubungkan terminal OUTA modul driver motor L293D ke V+ Motor DC (kabel
merah) dan OUTB ke V- Motor DC (kabel biru). Vout pada rangkaian potensiometer
dihubungkan pada PORTA.0 (ADC channel 0). Catu daya potensiometer ke catu daya
minimum system. Catu daya +12 ke teminal VCC modul driver motor L293D.
Gambar 1.6 Diagram
antarmuka mikrokontroler dengan Motor DC
Gambar
1.7 Rangkaian driver motor
2.
Buka
program Code Vision AVR
3.
Buatlah
project baru. Setelah mengeset chip dan clock, set juga bagian PORTD sebagai
output, Timer1 dan ADC seperti Gambar 9.5. Kemudian simpanlah file tersebut.
Gambar
1.8 Setting PORTD, Timer1, dan ADC
4.
Tuliskan
script berikut dalam program utama:
while (1)
{
OCR1A=255;
PORTD.0=1;
PORTD.1=0;
}
5.
Perhatikan
arah putaran motor, ke arah mana motor berputar (CW atau CCW)?
6.
Ubah
nilai PORTD.0 dan PORTD.1 sesuai tabel berikut dan catat hasilnya
No
|
PORD.0
(IN1)
|
PORD.1
(IN2)
|
Kondisi Motor / Arah Putar
|
1
|
0
|
0
|
|
2
|
0
|
1
|
|
3
|
1
|
0
|
|
4
|
1
|
1
|
7.
Untuk
mengubah kecepatan motor DC dengan PWM, ganti script dalam program utama
menjadi seperti berikut:
while
(1)
{
// Place your code here
OCR1A=read_adc(0);
PORTD.0=1;
PORTD.1=0;
}
8.
Hubungkan
multimeter ke Vout potensiometer, putar potensiometer sampai multimeter
menunjukkan nilai 0V! Ukur dan catat tegangan pada terminal OUTA dan OUTB serta catat kondisi
motor DC!
9.
Putar
potensiometer sampai multimeter menunjukkan nilai 2V! Ukur dan catat tegangan
pada terminal OUTA dan OUTB serta catat
kondisi motor DC!
10.
Putar
potensiometer sampai multimeter menunjukkan nilai maksimum! Ukur dan catat
tegangan pada terminal OUTA dan OUTB
serta catat kondisi motor DC!
11.
Ubah
register TCCR1B menjadi 0x02, build lalu download program ke mikrokontroler!
12.
Putar
potensiometer hingga maksimal lalu putar kembali pelan-pelan hingga motor
berhenti, ukur dan catat tegangan output potensiometer, tegangan terminal OUTA,
dan tegangan terminal OUTB pada saat motor berhenti!
13.
Ubah
register Timer1 menjadi TCCR1A=0xC1 dan TCCR1B=0x04; (Compare Mode Out A = Inverting; Prescaller = 256)
14.
Build
lalu download program ke mikrokontroler
15.
Ulangi
langkah 8-10
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1
Source Kode Program
while (1) //fungsi
perulangan tak terbatas dengan konstanta 1
{
OCR1A=255;
//motor berputar penuh
PORTD.0=1;
//motor berputar searah jarum jam (optional)
PORTD.1=0;
//optional sesuai dalam tabel
}
while (1) //fungsi
perulangan tak terbatas dengan konstanta 1
{
OCR1A=read_adc(0); // kecepatan motor bergantungpadanilai OCR yang
dihasilkandarikonversi ADC
PORTD.0=1;
//motor berputar searah jarum jam (optional)
PORTD.1=0;
//optional sesuai dalam tabel
}
3.2
Data Hasil Percobaan
Tabel 1.0 Data hasil
percobaan
No
|
PORD.0
(IN1)
|
PORD.1
(IN2)
|
Kondisi Motor /
Arah Putar
|
Tegangan
OUT A
|
Tegangan
OUT B
|
1
|
0
|
0
|
Tidak berputar/mati
|
0
Volt
|
0Volt
|
2
|
0
|
1
|
Cww/berputar berlawananarahjarum
jam
|
0,63Volt
|
3,82Volt
|
3
|
1
|
0
|
Cw/berputar searahjarum
jam
|
3.88Volt
|
0,64Volt
|
4
|
1
|
1
|
Pengereman
|
4,65Volt
|
4,72Volt
|
Tabel 1.1 Data hasil
percobaan
Langkah
|
TCCR1A
|
TCCR1B
|
Tegangan
Potensio
|
Tegangan
OUT A
|
Tegangan
OUT B
|
Kondisi
Motor
(berputar)
|
Duty
Cycle
|
8
|
0x81
|
0x04
|
0
V
|
0,28
V
|
0,6 V
|
Berputar
pelan Cw
|
0%
|
9
|
0x81
|
0x04
|
2
V
|
0,56
V
|
1,8 V
|
Berputar
sedang Cw
|
40%
|
10
|
0x81
|
0x04
|
Max
|
0,87
V
|
2,7 V
|
Berputar
cepat Cw
|
100%
|
12
|
0x81
|
0x02
|
0 V
|
0.29
V
|
1,3 V
|
Berhenti
berputar
|
0%
|
15
a
|
0xC1
|
0x04
|
0
V
|
0,97 V
|
3,4 V
|
Berputar
cepat Cww
|
0%
|
15
b
|
0xC1
|
0x04
|
2
V
|
0,9 V
|
2,3 V
|
Berputar
sedang Cww
|
40%
|
15
c
|
0xC1
|
0x04
|
Max
|
0,5 V
|
2 V
|
Berputar
pelan Cww
|
100%
|
3.3
Analisa Data
1. Analisa tabel 1.0 !
Berdasarkan data hasil percobaan
yang terdapat pada tabel 1.0 dapat kita lihat bahwa menghasilkan empat macam
data dengan masing-masing input data logika yang berbeda pada PORTD.0 dan
PORTD.1 sehingga juga menghasilkan data akhir yang berbeda.
Pada percobaan pertama
menunjukkan bahwa jika PORTD.0
dan PORTD.1 diberilogika yang sama yaitu 0 maka motor tidak berputar/mati.
Karena motor tidak mendapatkan tegangan input pada kedua kutub tersebut. Sedangkan pada percobaan kedua
PORD.0
diberi logika 0 dan PORTD.1 diubah menjadi logika 1 dan menghasilkan kondisi motor yang berputar berlawanan dengan arah jarum
jam (CWW). Motor berputar
berlawanan dengan arah jarum jam karena logika 1 terdapat pada PORTD.1 sehingga
arus berjalan dari out B ke out A dan tegangan output yang terukurpada OUT A adalah 0,63dan tegangan pada
OUTB adalah3,82 V. untuk percobaan yang
ketiga yaitu merupakan kebalikan dari hasil percobaan data yang kedua karena
pada PORTD.0 yang diberi logika 1 dan PORTD.1 diberi logika 0 sehingga motor
menjadi berputar kekanan/ searah jarum jam. Dengan hasil output tegangan yang
terdapat pada tabel 1.0. Dan pada percobaan yang terakhir kedua PORTD diberi
logika 1 dan hal itu menyebabkan motor mengalami pengereman karena semua output
akan mengeluarkan tegangan dan hal itu juga menyebabkan arah medan magnet yang
sama pada kedua kutub sehingga motor tidak bisa berputar namun tidak mati dalam
pengertian terjadi proses pengereman karena sesungguhnya syarat agar bisa
berputar yaitu dengan arah medan magnet yang berbeda pada kedua kutub.
2.
Dengan
melihat data pada tabel 1.1 , bandingkan hasil percobaan langkah nomor 8-10
dengan langkah nomor 15!
Perbedaan
terletak pada mode yang digunakan dimana pada langkah ke 8-10 menggunakan
Compare Mode (Non-Inverting) sedangkan pada langkah ke 15 baik a, b, maupun c
menggunakan Compare Mode (Inverting). Hal ini dapat dilihat pada inisialisasi
TCCR 1A yang berbeda antar langkah ke 8-10 dengan langkah 15 a,b, maupun c.
Dari perbedaan mode yang digunakan mengakibatkanperbedaanarahputaran motor,
kecepatan motor, dantegangan OUTA dan OUTB. Dalam mode non-inverting,
semakin besar nilai tegangan pada potensiometer, maka putaran pun akan relatif
semakin kencang. Namun di dalam mode inverting justru sebaliknya, semakin besar
nilai tegangan pada potensiometer, maka putaran pun akan semakin pelan maupun
berhenti.
3.
Apakah
perbedaan antara compare mode non-inverting
dan inverting?
Jika program menggunakan compare mode jenis non
inverting apabila tegangan yang diberikan oleh potensio meter semakin besar maka tegangan
OUT A dan OUT B juga akan semakin besar. Motor
akan berputar kekanan atau searah dengan jarum jam
semakin cepat seiring dengan pertambahan tegangan dari potensio meter. Hal
tersebut dikarenakan prinsip kerja dari non inverting adalah tidak membalik kerja dari
program tersebut. Sedangkan jika menggunakan compare mode inverting maka tegangan
OUT A dan OUTB
akan semakin kecil seiring dengan pertambahan nilai tegangan pada potensio meter. Motor
akan berputar cepat jika tegangan yang diberikan minimal dan motor
akan berputar semakin pelan jika tegangan yang diberikan semakin maksimal. Putaran
motor akan berubah dan berlawanan dengan arah jarum jam.Untuk inisialisasi mode apa yang
kita gunakan itu terletak pada TCCR 1 yang kita berikan. Ketika TCCR1A yang kita
berikan nilai nya lebih besar dari pada TCCR1B maka kecepatan putar sebanding
dengan potensio meter. Apabila TCCR1A yang kita berikan lebih kecil dari TCCR1B
maka kecepatan putar motor akan berbanding terbalik dengan besarnya
potensiometer.
4.
Apa
pengaruh duty cycle dari PWM yang masuk pada pin EN1 terhadap tegangan pada
terminal OUT A dan OUT B?
Apabila nilai duty cycle dari PWM kecil maka tegangan OUT
A dan tegangan OUT B juga akan kecil. Dan jika duty cycle semakin besar maka tegangan
OUT A dan OUT B juga akansemakinbesar. Namun jika program menggunakan Compare Mode (Non-Inverting),
nilai tegangan Output baik OUT A maupun OUT B akan semakin besar seiring dengan
pertambahan nilai DC dan juga sebaliknya. Sedangkan pada Compare Mode
(Inverting), nilai tegangan Output baik OUT A maupun OUT B akan semakin kecil
jika DC terus meningkat.
5. Mengapa
pada langkah nomor 12 motor berhenti saat tegangan potensiometer belum mencapai
0 V?
Motor sebenarnya tidak berhenti berputar karena pada
prinsipnya motor tidak akan berhenti hingga tegangan potensiometer bernilai 0V.
Jadi, apabila motor berhenti pada saat tegangan belum tepat 0, maka sebenarnya
motor dalam keadaan berputar sangat pelan danberjeda. Jeda ini mengakibatkan
gerak putaran motor yang tidak terasa sehingga terlihat seperti berhenti.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan,dapat disimpulkan bahwa:
1. Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
2.
Prinsip
kerja motor DC adalah ketika tegangan diberikan, maka akan timbul arus listrik
yang akan menghasilkan medan magnet dan memberikan gaya. Jika kawat yang
membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran atau loop, maka kedua sisi
loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang
berlawanan, sehingga akan menghasilkan torsi (tenaga putar) untuk memutar
kumparan.
3.
Pin IN1 dan IN2 digunakan sebagai pengatur arah gerak
motor, jika IN1 berlogika 1 dan IN2 berlogika 0 maka motor
akan bergerak searah jarum jam begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk Pin EN1 digunakan sebagai pengatur kecepatan
motor ( full speed atau low speed ).
4. Pemberian
nilai duty cycle dari PWM yang
kecilakan
menyebab kantegangan OUT A dan tegangan OUT B juga akan kecil. Dan
jika duty cycle semakin besar maka tegangan OUT A dan OUT B juga akan semakin besar.
DAFTAR
PUSTAKA
Modul 8. 2016.Antarmuka Mikrokontroller Dengan Motor Dc. Malang:
Universitas Negeri Malang, Jurusan Teknik Elektro.
Andrianto, Heri.
2007. Pemrograman Mikrokontroler AVR Atmega 16. Jakarta: Informatika.
Atmel Corporation. Atmega 8535
Datasheet (Complete).






Boleh minta filenya ?? Klo boleh cc : adnansintan@gmail.com
BalasHapusBoleh minta filenya ?? Klo boleh cc : adnansintan@gmail.com
BalasHapus